Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2019

Review: To All the Boys I've Loved Before

Akhir pekan kemarin random scroll Netflix dan sadar belum nonton To All the Boys I've Loved Before meski sudah mengincar bukunya sejak awal terbit. Tapi berhubung kebanyakan wacana, nggak kunjung terbeli sampai bukunya bahkan sudah diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia, kemudian filmnya juga sudah rilis di Netflix. Konon juga, katanya Jenny Han menjadi penulis best seller dan karyanya laku berat. Akhirnya memutuskan nonton sambil nunggu ngantuk, lumayan 1.5 jam aja dan temanya nggak berat.

To All the Boys I've Loved Before bercerita mengenai seorang gadis remaja yang baru saja masuk SMA bernama Lara Jean Covey yang senang dengan kisah romantis di fiksi tapi tak pernah benar-benar mengatakan dengan jujur ketika ia naksir seseorang. Setiap kali naksir sama orang, Lara Jean selalu menulis surat cinta dan menyimpannya sendiri. Selama hidupnya yang 16 tahun, Lara Jean pernah menulis 5 surat cinta tak terkirim, hanya disimpan dalam sebuah kotak biru yang diletakkan dalam lemar…

Review: Semasa - Teddy W. Kusuma & Maesy Ang

Hari Minggu yang selow dan nggak ke mana-mana dan juga tidak ada janji, akhirnya bisa menyelesaian baca buku Semasa karya dua pengelola Post Santa. Pertama kali aku membaca tulisan mereka di blog, tapi itu sudah lama sekali. Sampai akhirnya aku membeli buku The Dusty Sneakers lewat Google Books --yang sampai hari ini belum aku selesaikan, lupa sudah sampai halaman berapa, hanya karena filenya tidak bisa dipindah ke e-reader. Itu persoalan hidupku nomor 23812.

Kemarin lalu, ketika main ke Kineruku Bandung, aku melihat Semasa tinggal 2 eksemplar. Sempat ragu untuk beli karena konon katanya mau ada cetakan baru versi Post Press -sebab penerbit lamanya yaitu Penerbit Oak akhirnya harus tutup. Tapi kupikir tak ada salahnya memiliki versi kaver lama. Akhirnya kubeli juga.

Lucunya, aku menamatkan baca Semasa versi kaver lama 2 atau 3 hari setelah versi barunya resmi terbit. Akhir pekan ini Post Santa sepertinya sudah menyediakan stok versi baru. Aku suka kedua kavernya, tapi sekarang aku ya…

Nonton Teater Calon Arang karya Teater Sendiri

Beberapa minggu lalu nggak sengaja menemukan iklan di Instagram Story tentang pertunjukan teater berjudul Calon Arang. Nama penyelenggaranya Teater Sendiri. Nggak pernah dengar sih sebelumnya, meski katanya teater ini sudah cukup lama dan pernah mementaskan pertunjukan lain sebelumnya. Mungkin karena aku newbie dalam dunia nonton teater, taunya cuma Titimangsa dan Teater Koma.

Karena penasaran, jadilah aku cek Instagramnya, ternyata harga tiketnya nggak terlalu mahal -meski harus sedikit effort belinya manual, bukan lewat website yang tinggal klik-klik gitu. Belinya harus chat Whatsapp ke PIC yang nomor kontaknya tertera di sana. Akhirnya aku coba beli yang kelas 1 seharga Rp 100.000,- aja! Bayangkan jauh harganya dari tiket-tiket Titimangsa atau Teater Koma.


Awalnya murni pesan tiketnya sebab ingin mendukung teater tanah air, dan karena udah lama nggak nonton teater. Eh ternyata yang main itu jurnalis dan anchor dari beberapa media televisi. Ada anak SCTV, RTV, RCTI, Kompas, dan seb…

Review: Entrepreneur Talks (Tujuh Strategi Mengembangkan Bisnis) - Herlina P. Dewi

Whoa, aku penasaran betul sama buku ini semenjak pertama kali media sosial Stiletto woro-woro mempromosikannya sebelum terbit dulu. Beberapa kali berencana beli langsung di Tokopedia Stiletto Books, tapi selalu gagal karena berpikir bahwa aku akan ke Jogja dalam waktu dekat dan lebih baik beli sendiri ke kantor Stiletto sekalian belanja buku lain dan bertemu kru di balik layarnya. Tapi karena rencana itu akhirnya jadi wacana setelah berbulan-bulan, aku akhirnya membeli sendiri buku ini di Gramedia terdekat. Waktu itu sepulang kerja, entah kenapa tiba-tiba aku ingin sekali baca buku ini. Aneh banget, hahaha.
Well, Entrepreneur Talks ini -sesuai di sub judulnya, terbagi menjadi 7 bagian (good product, good promotion, social media marketing, good service, good team, all about management and finance, never ending innovation) . Semuanya berisi strategi membangun usaha atau bisnis dari nol. Beberapa hal yang kurang aku suka dari buku non fiksi termasuk buku mengembangkan bisnis adalah kali…