Skip to main content

Review Game: Sara is Missing (SIM), Melacak Ponsel Orang Nggak Pernah Seseru Ini!

Di PlayStore. Sara is Missing ini game gratis tis tis...
Kamu salah satu penonton film Searching yang tayang Agustus 2018 lalu? Kalau ya, kamu akan dapat gambaran lebih baik mengenai game Sara is Missing! Dulu pertama kali tahu game ini dari ulasan seorang vloger di YouTube, bisa cek di sini.

Kenapa aku bilang gambarannya akan lebih baik kalau sudah nonton Seraching? Sebab sebenarnya benang merahnya mirip. Searching mengisahkan tentang seorang ayah yang kehilangan anak perempuannya. Si anak tiba-tiba nggak pulang ke rumah berhari-hari dan laptop yang biasa dibawanya nggak dibawa sama sekali. Mulai cemas, si ayah pun mencoba melacak isi laptop tersebut, mulai dari siapa saja teman sekolah anaknya, hingga mencari history chat Facebook dan vlog anaknya. Tentu di laptop kita menyimpan semuanya dengan aman, salah satu yang harus dipecahkan orang lain sebelum membuka laptop kita adalah kata sandi. Petualangan si ayah dalam mencari tahu jejak anak perempuannya lewat laptop dan dunia maya itulah yang menjadikan Searching film yang menarik.

Tampilan home di ponsel Sara. Di wallpaper itu fotonya Sara si pemilik ponsel
Sama seperti Searching, di game Sara is Missing seorang perempuan bernama Sara dikisahkan hilang, dan kita sebagai pemain menemukan ponsel Sara. Dengan bantuan IRIS (seperti di iPhone kan ada asisten ponsel namanya IRIS, kalau di Android ada Google Assistant) di ponsel Sara, kita bisa membuka beberapa hal seperti email, SMS, hingga folder musiknya. Intinya, IRIS akan meminta bantuan kita menemukan Sara, ia yakin bahwa pemiliknya dalam bahaya. 

Petualangan di Sara is Missing cukup menarik karena kusuka banget game sejenis ini, bikin berasa di dalam film-film thriller semacam Searching gitu. Kita nggak tahu bagaimana endingnya, tapi kita bergerak memecahkan teka-teki dari chat teman-teman Sara, isi email, isi galeri, dan history teleponnya! Bentuk game ini masih cukup sederhana, tidak serumit game penerusnya, Simulacra. Simulacra adalah game yang dibuat oleh perusahaan yang sama, gamenya masih sejenis, hanya saja lebih kompleks sebab lebih banyak aplikasi yang harus kita gali di dalam ponsel si pemilik. Misalnya seperti Jabrr (Seperti Twitter gitu), Vlogr (seperti Youtube), dan sebuah aplikasi pencari jodoh seperti Tinder. Ada lebih banyak tokoh juga, jadi lebih sulit selevel di atas Sara is Missing. Akan diulas kemudian.

Kita juga bisa melihat isi folder lagunya, lho~
Kembali ke Sara is Missing.
Ketika kita setuju membantu IRIS menemukan Sara, ia akan memberikan beberapa informasi terkait Sara. Seperti fotonya, atau video terakhir yang direkam Sara. IRIS akan memberi bocoran clue untuk bisa ditebak pemain. Di game-game seperti ini yang dibutuhkan adalah ketelitian, soalnya petunjuk bisa ada di mana saja bahkan hinggal hal paling kecil di dalam ponsel itu bisa jadi petunjuk.

Kita benar-benar seperti diajak mencari orang hilang. Dan kita nggak tahu dari semua kontak di ponsel itu, mana yang beneran teman Sara dan mana yang jahat. Bisa aja penjahatnya salah satu dari kontak di ponsel Sara, nggak ada yang tahu. 

Serunya, karena Sara is Missing cukup mendebarkan. Sara meninggalkan video yang cukup seram di galerinya. Di sana terlihat ia berada di kegelapan, seperti menjauh dari kejaran seorang penjahat, sambil berteriak menangis minta tolong. Tak lama, video itu mati. Pemainnya benar-benar diajak menjadi detektif, deh, pokoknya.

Visual game ini juga cukup bagus, meski sederhana banget. Tampilan ponsel Sara akan memenuhi layar ponsel pemain, jadi kita berasa benar-benar sedang menggenggam ponsel milik Sara. Jika stuck, kita bisa nanya ke IRIS. Biasanya, kalau kita chat seseorang, ada petunjuk jawaban apa yang harus kita utarakan. Masih template banget, kita nggak bisa ngetik sendiri. Mungkin takut jadi kacau atau ke mana-mana.

So far, Sara is Missing lebih seru kalau dimainkan menggunakan earphone sebab suaranya akan lebih jelas terdengar. Ikuti petunjuk dari IRIS meski menurutmu petunjuk atau instruksinya sepele banget. Karena itu bisa membawa kamu kepada clue berikutnya.

SIMULACRA, lagi diskon, gaes.
Setelah menamatkan game SIM ini, kemarin aku membeli game SIMULACRA, harganya Rp 64.000,- di PlayStore (kayaknya hari ini lagi diskon jadi Rp 35.000,- aja, kalau aku nggak salah lihat tadi). Sejujurnya SIMULACRA lebih kompleks, di mana kita harus menemukan seorang gadis yang hilang bernama Anna. Ponsel Anna kita temukan di depan rumah kita, tergeletak begitu saja dan banyak chat serta panggilan masuk dari pacarnya Anna. Ditambah, ada juga teman kencan lainnya. Intinya, SIMULACRA lebih seru sekaligus lebih sulit. Aku belum menamatkan game ini, mungkin akan diulas nanti kalau otakku sudah agak encer. Hahaha.

Berhubung aku kurang bakat main PUBG atau game sejenis, menurutku game selow tapi tetap mendebarkan kayak gini lebih oke untuk kucoba. Silakan kalau kamu juga mau coba main. Nanti ceritakan keseruannya~ 

Comments

Popular posts from this blog

Fenomena Sugar Daddy dan Sugar Baby Relationship

Nggak tahu kapan tepatnya semua ini dimulai, yang jelas kemarin pas baru bangun tidur siang (bangunnya sore), dapat notifikasi Twitter. Ada mention begini...
Belengcek :))
Usut punya usut, ternyata katanya ada seorang dedek gemesh yang buat thread mengenai Sugar Daddy. Dikisahkan, beliau itu katanya pernah punya Sugar Daddy di umur 17 tahun (plus sisipan nasehat bahwa kalau masih 16 tahun ga usah coba-coba. Jiwa judesku sebagai mbak-mbak 25 tahun rasanya ingin berkata: dek, ko pikir 17 tahun itu juga sudah tuwak? Belom kenal duwek aja, duweekk).



Terus katanya Sugar Daddy-nya umur 26. Aku berusaha untuk tidak julid dan membaca semuanya sampai selesai meski sebelum itu kusudah membaca rentetan panjang makian netijen dan segala macam celaan buat dedek bernama Bella ini. Sampai si dedeknya ganti username Twitter dan hapusin thread. Ya, aku juga kebagian sisaan. Baca threadnya dari capture-an orang. Sungguh. Ia cuma seorang anak remaja beranjak gede yang mungkin gak paham dengan jelas apa …

Review: Museum Masa Kecil - Avianti Armand

Sebenarnya sudah beli bukunya dan sudah selesai dibaca. Jarang-jarang tertarik sama buku puisi, sebenarnya, tapi judul buku dan bentuk bukunya cukup menggoda. Berbeda dengan buku-buku sebelumnya, kali ini Gramedia Pustaka Utama 'berani' mengeluarkan buku yang pinggirnya dijahit. Semacam kayak handmade itu, alih-alih buku cetakan mesin. 
Museum Masa Kecil juga merupakan judul yang cukup menarik. Yang kebayang adalah isi kepala seseorang mengenai kenangan-kenangan masa kecilnya. Harganya nggak nanggung-nanggung, 80.000 IDR per eksemplar, padahal bukunya juga nggak terlalu tebal. Tapi mungkin sebanding sama ide, konsep, dan ilustrasi di dalam buku ini. 

Museum Masa Kecil menyajikan puisi-puisi yang terbaca seperti rangkaian imajinasi liar seorang anak kecil. Ia menceritakan banyak hal, tapi feelnya cenderung kelam. Rasanya seperti melihat kisah masa kecil yang sedih dan kesepian. Aku nggak pinter menilai sebuah puisi, tapi karya Avianti Armand yang ini cukup ngena menurutku. 
Ra…

Review: Jeruk Kristal - Maria Antonia Rahartati Bambang Haryo

Salah satu kalimat yang pantas untuk memulai review ini adalah: oke, ini salah satu buku terbaik yang gue baca minggu ini!
Di awal terbitnya buku ini, orang-orang kayaknya hebohnya karena sang penulisnya adalah penerjemah komik Asterix. Tapi, gue bahkan nggak berekspektasi tinggi mengenai hal itu, karena kayaknya sama sekali nggak ada hubungannya dengan buku ini. Dan Jeruk Kristal berhasil membuktikan bahwa ia bisa berdiri sendiri, bukan di samping nama besar komik Asterix. Setidaknya, di mata gue, sih.
Jeruk Kristal merupakan sekumpulan cerpen (dan cerita terakhirnya adalah novelet, sih) yang tema-temanya sederhana namun terasa hangat saat dibaca. Pernah nggak sih kalian merasa hati kalian adem ketika membaca sebuah cerita? Nah, gitu kira-kira.
Rata-rata cerpen dalam buku ini temanya keluarga, ada juga tema percintaan antar pasangan gitu. 
Jeruk Kristal dibuka oleh sebuah cerpen berjudul Juffrouw Lala, sebuah cerita mengenai dilema hidup seorang guru piano. Kisah hidup sang Juffrouw d…