Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Review: Karena Cinta Kuat seperti Maut - Adimas Immanuel

Sebenarnya saya kurang pandai mengulas buku puisi. Karena sepertinya butuh tingkat pemahaman yang baik tentang suatu buku, sebelum menulis ulasannya. Tapi mari kita ulas secara singkat 😜 Karena Cinta Kuat seperti Maut termasuk buku puisi yang ramai pembacanya minggu-minggu belakangan ini. Buku ini ludes dalam sekejap ketika masa pre order.

Waktu lalu, ketika saya menghadiri acara bincang santai bareng penulisnya, Adimas mengisahkan bahwa ia menulis buku puisi ini sebagai interpretasinya terhadap kitab suci (agama yang dianutnya, tentu). Semua puisinya diberi judul dengan kategori profesi; pedagang, penjahit, penyanyi, penjelajah, pendongeng, dan lain sebagainya.

Buku setebal 100 halaman ini juga dilengkapi dengan ilustrasi hitam putih di tiap pergantian bagiannya. Diksi yang digunakan Adimas sebagian besarnya umum. Saya tidak harus mengernyitkan dahi ketika mengartikan kata-kata yang ia tulis, namun saya pikir memang butuh daya pikir yang ekstra ketika membaca buku puisi --ketimbang…

Review: Arah Langkah - Fiersa Besari

Minggu lalu, untuk pertama kalinya, akhirnya membaca karya Fiersa Besari. Ada semacam sedikit pro kontra dalam kepala ketika hendak memulai membaca buku dengan genre sejenis. Genre apa ya namanya itu, ya sejenis roman tapi 'menjual kegalauan' dan memang harus diakui pasarnya bagus. Sejujurnya, saya memang berencana membaca beberapa buku dengan diksi mendayu untuk mencari tahu mengapa buku demikian bisa laris manis di toko buku. Nggak ada maksud apa-apa, hanya sekadar penasaran.
Beberapa bulan sebelum ini saya beli dan baca buku-buku Benzbara. Sampai seorang kawan bilang, tumben kamu baca buku begitu? Sampai bela-belain beli? Memang ada apa?
Ya, nggak ada apa-apa memang. Selain penasaran, saya juga merasa harus mendukung penulisnya terlepas dari saya suka atau tidak genrenya. Kan, mereka juga berkarya. Jadi saya beli (yang asli, bukan bajakan e-book 5 ribuan di Instagram). Hehe.
Minggu lalu itu sempat dilema akan beli buku Fiersa Besari atau Boy Candra. Kalau dilihat dari jeni…

Menerbitkan Puisi di Era Digital --Sebuah Perbincangan Santai bersama Adimas Immanuel

Kira-kira dua minggu yang lalu saya sedih karena kehabisan buku Karena Cinta Kuat seperti Maut. Di masa pre rder-nya, buku itu ludes dalam sekejap mata. Adimas Immanuel bahkan mengumumkan stok tambahan untuk pre order tapi saya tetap kehabisan karena stok kedua itu lagi-lagi habis beberapa menit setelah diumumkan di instagram. Karena itu, ketika melihat ada workshop bertajuk Menerbitkan Buku Puisi di Era Digitalyang diadakan Writing Table bersama Adimas Immanuel --plus ada bonus dapat bukunya, saya langsung daftar. Lumayan, kan, selain dapat ilmunya, juga bisa dapat bukunya. 
Tadi pagi, saya tiba di lokasi --sebuah kedai kopi berkonsep taman rumah di daerah Cilandak, tepat 2 menit sebelum acara dimulai. Pertemuan itu tampak intip dan hanya dihadiri tidak sampai dua puluh orang, menurut terkaan saya. Oh, tentu nggak dihitung langsung karena sudah terlalu ngos-ngosan di macetnya jalanan. Hahaha.
Setelah peserta disuguhkan donat kampung oleh panitia, Adimas memulai kelasnya. Ada beberap…

Review: Tempat Terbaik di Dunia - Roanne van Voorst

Beberapa waktu sebelum beli buku ini, banyak ulasan berseliweran di Instagram. Cukup menarik kalau dibaca. Blurb-nya juga cukup meyakinkan. Sampai akhirnya kebetulan sedang ada di Aksara Kemang, dan buku ini ada di salah satu rak. Kemudian tanpa ragu lagi mengambil dan membawanya ke kasir.

Tempat Terbaik di Dunia adalah salah satu non fiksi terbaik yang saya baca tahun ini. Kisah yang dituturkan Roanne dibuka dan ditutup dengan kalimat yang menghangatkan hati. Roanne van Voorst datang ke Jakarta untuk mengerjakan desertasi demi meraih gelar doktor. Penelitian itu mengharuskannya tinggal di sebuah perkampungan kumuh dan meneliti tentang banjir di Jakarta.

"Mau ikut?" Teriak seorang pemuda ke arah saya, di atas kebisingan deru mesin bus kota yang saya tumpangi. "Ke tempat terbaik di Indonesia. O tidak, ke tempat terbaik di dunia! Apa saja yang ingin kamu lakukan, bisa di sana, dan apa saja yang ingin kamu punya, ada di sana!"
Begitu Roanne membuka ceritanya di halam…