Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Review: Resep Membuat Jagat Raya - Abinaya Ghina Jamela

Mungkin tidak semua pembaca buku mengenal nama Abinaya Ghina Jamela, tapi satu hal yang harus kalian percaya adalah bahwa anak ini punya imajinasi seluas langit. Saya di usia 9 tahun dulu mungkin tak akan ada apa-apanya dibanding Naya. Well, semua anak bisa saja menulis, bisa saja bercerita. Tapi tutur kata dan pemilihan diksi Naya dalam buku Resep Membuat Jagat Raya benar-benar komposisi yang ajaib. Saya seperti tidak membaca tulisan karya anak umur 9 tahun.
Pada kata pengantar, ibu Naya membenarkan bahwa setelah lepas dari jerat televisi, anaknya banyak membaca buku dan menggambar. Hal itulah yang kemudian memancing Naya untuk berkarya. Beragam puisi yang dimuat dalam buku ini sebenarnya berangkat dari tema yang sangat sederhana; misalnya dari teman-teman sekelas Naya di sekolah, film yang ditontonnya di bioskop, benda-benda yang dibeli ibunya, kue yang mereka masak, atau bahkan pertemuannya dengan teman-teman sang ibu. Bedanya, Naya bisa meramu semuanya menjadi kata-kata yang sang…

Rayya, Cahaya di Atas Cahaya: Sebuah Film tentang Pencarian Jati Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Rayya, Cahaya di atas Cahaya memang bukan film baru, film ini pertama kali tayang pada tahun 2012, sekitar 6 tahun yang lalu. Tapi entah kenapa sampai hari ini masih suka mengulang-ulang nonton film ini. Rayya mungkin bukan tipikal film yang akan laris di pasaran dan disukai banyak orang, tapi setidaknya menurut saya, Rayya adalah film yang mengupas cukup dalam mengenai pencarian jati diri. Setiap scene demi scene yang disuguhkan dalam film ini seperti punya kekuatan tersendiri, dan bikin penontonnya pengen kembali merenungi hidup masing-masing.
Rayya, Cahaya di atas Cahaya berkisah mengenai seorang perempuan bernama Rayya --bintang besar di Indonesia, artis berbakat, artis kaya raya, dan segala hal yang gemerlap ada dalam dirinya. Semua orang melihat Rayya tanpa cela --kecuali diri Rayya sendiri. Hanya dirinya sendiri yang mengetahui bagaimana sisi kelam kehidupan Rayya.
Suatu hari ketika proses pembuatan buku biografinya, Rayya memberikan 1 syarat mutlak kepada managernya: ia dan f…

Liam dan Laila; Perjuangan Cinta di Negeri Minang

Akhirnya bisa meluangkan waktu untuk nulis review ini. Sebenarnya sudah nonton Liam dan Laila sejak minggu lalu, 2 hari sejak hari pertama launching filmnya. Meskipun waktu saya nonton adalah hari-hari pertama tayangnya, tapi studio nggak penuh --bahkan bisa dibilang sepi. Entah karena nontonnya memang di bioskop yang jauh banget, atau memang peminatnya sedikit. Well, Liam dan Laila ini memang film segmented, sih. Buat orang yang besar di Sumatera Barat, sangat menyenangkan buat saya sebab nggak perlu baca subtitle lagi. 90% dialog film ini adalah bahasa minang --tentu saja. Bagi yang penasaran ingin nonton tapi nggak paham bahasa minang, tenang aja, karena ada subtitlenya.

Liam dan Laila berkisah mengenai seorang laki-laki bernama William yang datang jauh-jauh dari Paris untuk memperjuangkan cintanya kepada Laila --seorang wanita minang yang tinggal di Bukittinggi. Mereka berkenalan melalui Facebook karena Laila punya online shop yang menjual kerajinan tangan karyanya sendiri. Willi…