Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2018

Review: Rumah Lebah - Ruwi Meita

Sudah lama rasanya nggak membaca buku bagus. Well, pengertian "buku bagus" adalah buku yang bisa membuat pembacanya tenggelam dalam cerita sejak halaman-halaman awal.

Setelah menamatkan Misteri Patung Garam tahun-tahun lalu, minggu ini akhirnya membaca 2 buku lain karya Ruwi Meita. Thrillernya Ruwi Meita memang nggak pernah nggak memuaskan sih sejauh ini. Selain tokoh Kiri Lamari di Misteri Patung Garam, tokoh Mahendra di Sex on Chatting serta tokoh Nawai di Rumah Lebah tak kalah menarik untuk dibahas. Mereka semua punya keistimewaannya sendiri.

Buku yang akan dibahas kali ini adalah Rumah Lebah. Dari judulnya nggak ada clue ini cerita tentang apa. Sama sekali nggak. Covernya cukup berhubungan banyak dengan cerita tetapi nggak memberikan petunjuk apa-apa.

Rumah Lebah merupakan salah satu novel thriller psikologi. Mungkin tema ini pun sudah banyak diangkat orang sebelumnya. Tetapi Ruwi Meita berhasil menceritakan tema tersebut dengan sangat rapi dan menarik.

Rumah Lebah berk…

Akhir Pekan ke Perpustakaan

Akhir pekan yang sudah tidak lama main ke perpustakaan akhirnya terselamatkan.
Hari ini main ke Pepustakaan Daerah di Cikini dan menuliskan beberapa hal di buku catatan, dan juga di blog ini.

Berencana pinjam PC tapi ternyata hanya anggota yang bisa pinjam dan pakai. Anggota means: mereka yang punya KTP Jakarta. Ah, sudahlah.

Akhirnya hanya baca buku sambil menunggu pemutaran film sore hari. Kalau gagal dapat tiket, tinggal nonton film lain. Hidup semudah itu kadang. Tapi juga sulit sekali di kali yang lain.

15.18 WIB.
Perpustakaannya mulai sepi.
Tadi ambil buku yang sebenarnya sudah pernah dibaca sampai tamat, kemudian hanya membaca ulang 1 bab terakhirnya untuk meyakinkan otak bahwa endingnya nggak berubah dari yang terakhir kali diingat.

Oh, ada tablet di beberapa meja. Katanya hanya untuk mengakses iJakarta alias iJak, perpustakaan virtual pemerintah DKI Jakarta. Beberapa daerah lain punya. Coba cek perpustakaan virtual di daerahmu via Google Play Store. Bahkan Kalimantan Timur p…

Depresi Ringan yang Tak Pernah Ringan

Awal minggu lalu ada kabar gembira bahwa kasus-kasus kegawatdaruratan berupa gejala psikotik atau panickattactsudah ditanggung BPJS. Salah satu masalah besar dari asuransi kesehatan biasanya ya memang itu. Nggak menanggung keluhan mengenai kejiwaan. Padahal kalau dipikir-pikir, semua orang bisa depresi mulai dari ringan sampai berat. Asuransi perusahaan cover rawat inap, rawat jalan, sampai dokter gigi, tapi lupa bahwa karyawan bisa depresi karena satu atau banyak hal di keseharian mereka.

Well. Selain itu juga memang biaya psikolog atau psikiater di Indonesia masih mahal. Satu kali pertemuan di rumah sakit swasta atau rumah sakit jiwa  yang lumayan punya nama di tengah kota Jakarta bisa menghabiskan sekitar Rp 500.000,- cuma buat konsul. Belum obat, kalau memang dikasih.

Tapi kayaknya sekarang pemerintah lebih awaredengan masalah kejiwaan. Semoga cover oleh BPJS ini merupakan salah satu pertanda yang baik. Oh, selain itu Kementrian Kesehatan juga menyediakan layanan tes singkat di w…