Skip to main content

Posts

Menerbitkan Puisi di Era Digital --Sebuah Perbincangan Santai bersama Adimas Immanuel

Kira-kira dua minggu yang lalu saya sedih karena kehabisan buku Karena Cinta Kuat seperti Maut. Di masa pre rder-nya, buku itu ludes dalam sekejap mata. Adimas Immanuel bahkan mengumumkan stok tambahan untuk pre order tapi saya tetap kehabisan karena stok kedua itu lagi-lagi habis beberapa menit setelah diumumkan di instagram. Karena itu, ketika melihat ada workshop bertajuk Menerbitkan Buku Puisi di Era Digitalyang diadakan Writing Table bersama Adimas Immanuel --plus ada bonus dapat bukunya, saya langsung daftar. Lumayan, kan, selain dapat ilmunya, juga bisa dapat bukunya. 
Tadi pagi, saya tiba di lokasi --sebuah kedai kopi berkonsep taman rumah di daerah Cilandak, tepat 2 menit sebelum acara dimulai. Pertemuan itu tampak intip dan hanya dihadiri tidak sampai dua puluh orang, menurut terkaan saya. Oh, tentu nggak dihitung langsung karena sudah terlalu ngos-ngosan di macetnya jalanan. Hahaha.
Setelah peserta disuguhkan donat kampung oleh panitia, Adimas memulai kelasnya. Ada beberap…
Recent posts

Review: Tempat Terbaik di Dunia - Roanne van Voorst

Beberapa waktu sebelum beli buku ini, banyak ulasan berseliweran di Instagram. Cukup menarik kalau dibaca. Blurb-nya juga cukup meyakinkan. Sampai akhirnya kebetulan sedang ada di Aksara Kemang, dan buku ini ada di salah satu rak. Kemudian tanpa ragu lagi mengambil dan membawanya ke kasir.

Tempat Terbaik di Dunia adalah salah satu non fiksi terbaik yang saya baca tahun ini. Kisah yang dituturkan Roanne dibuka dan ditutup dengan kalimat yang menghangatkan hati. Roanne van Voorst datang ke Jakarta untuk mengerjakan desertasi demi meraih gelar doktor. Penelitian itu mengharuskannya tinggal di sebuah perkampungan kumuh dan meneliti tentang banjir di Jakarta.

"Mau ikut?" Teriak seorang pemuda ke arah saya, di atas kebisingan deru mesin bus kota yang saya tumpangi. "Ke tempat terbaik di Indonesia. O tidak, ke tempat terbaik di dunia! Apa saja yang ingin kamu lakukan, bisa di sana, dan apa saja yang ingin kamu punya, ada di sana!"
Begitu Roanne membuka ceritanya di halam…

Review: Resep Membuat Jagat Raya - Abinaya Ghina Jamela

Mungkin tidak semua pembaca buku mengenal nama Abinaya Ghina Jamela, tapi satu hal yang harus kalian percaya adalah bahwa anak ini punya imajinasi seluas langit. Saya di usia 9 tahun dulu mungkin tak akan ada apa-apanya dibanding Naya. Well, semua anak bisa saja menulis, bisa saja bercerita. Tapi tutur kata dan pemilihan diksi Naya dalam buku Resep Membuat Jagat Raya benar-benar komposisi yang ajaib. Saya seperti tidak membaca tulisan karya anak umur 9 tahun.
Pada kata pengantar, ibu Naya membenarkan bahwa setelah lepas dari jerat televisi, anaknya banyak membaca buku dan menggambar. Hal itulah yang kemudian memancing Naya untuk berkarya. Beragam puisi yang dimuat dalam buku ini sebenarnya berangkat dari tema yang sangat sederhana; misalnya dari teman-teman sekelas Naya di sekolah, film yang ditontonnya di bioskop, benda-benda yang dibeli ibunya, kue yang mereka masak, atau bahkan pertemuannya dengan teman-teman sang ibu. Bedanya, Naya bisa meramu semuanya menjadi kata-kata yang sang…

Rayya, Cahaya di Atas Cahaya: Sebuah Film tentang Pencarian Jati Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Rayya, Cahaya di atas Cahaya memang bukan film baru, film ini pertama kali tayang pada tahun 2012, sekitar 6 tahun yang lalu. Tapi entah kenapa sampai hari ini masih suka mengulang-ulang nonton film ini. Rayya mungkin bukan tipikal film yang akan laris di pasaran dan disukai banyak orang, tapi setidaknya menurut saya, Rayya adalah film yang mengupas cukup dalam mengenai pencarian jati diri. Setiap scene demi scene yang disuguhkan dalam film ini seperti punya kekuatan tersendiri, dan bikin penontonnya pengen kembali merenungi hidup masing-masing.
Rayya, Cahaya di atas Cahaya berkisah mengenai seorang perempuan bernama Rayya --bintang besar di Indonesia, artis berbakat, artis kaya raya, dan segala hal yang gemerlap ada dalam dirinya. Semua orang melihat Rayya tanpa cela --kecuali diri Rayya sendiri. Hanya dirinya sendiri yang mengetahui bagaimana sisi kelam kehidupan Rayya.
Suatu hari ketika proses pembuatan buku biografinya, Rayya memberikan 1 syarat mutlak kepada managernya: ia dan f…

Liam dan Laila; Perjuangan Cinta di Negeri Minang

Akhirnya bisa meluangkan waktu untuk nulis review ini. Sebenarnya sudah nonton Liam dan Laila sejak minggu lalu, 2 hari sejak hari pertama launching filmnya. Meskipun waktu saya nonton adalah hari-hari pertama tayangnya, tapi studio nggak penuh --bahkan bisa dibilang sepi. Entah karena nontonnya memang di bioskop yang jauh banget, atau memang peminatnya sedikit. Well, Liam dan Laila ini memang film segmented, sih. Buat orang yang besar di Sumatera Barat, sangat menyenangkan buat saya sebab nggak perlu baca subtitle lagi. 90% dialog film ini adalah bahasa minang --tentu saja. Bagi yang penasaran ingin nonton tapi nggak paham bahasa minang, tenang aja, karena ada subtitlenya.

Liam dan Laila berkisah mengenai seorang laki-laki bernama William yang datang jauh-jauh dari Paris untuk memperjuangkan cintanya kepada Laila --seorang wanita minang yang tinggal di Bukittinggi. Mereka berkenalan melalui Facebook karena Laila punya online shop yang menjual kerajinan tangan karyanya sendiri. Willi…

Trip Sumbar: Perjalanan Menuju Pulang

Akhir pekan kemarin, saya berkesempatan pulang ke Sumatera Barat setelah 7 tahun nggak pulang. Nggak usah ditanya gimana rasanya. Kangen, senang, terharu, ya kira-kira begitulah. Selama ini nggak ada yang percaya bahwa saya bisa 'pulang' atau keluar dari Jakarta --selain diri saya sendiri. Ketika saya berpikir mungkin memang orang-orang benar --bahwa saya nggak bisa apa-apa, saya nggak punya apa-apa, saya kemudian mendapatkan banyak hal dan secara ajaib bisa ke mana-mana. 
Ketika pertama kali tiba di Bandara Minangkabau setelah 7 tahun, rasanya pengen ngetawain diri sendiri dan orang-orang yang pernah bilang: duh kamu gak bakalan bisa ke mana-mana. Kamu punya apa?
Akhirnya sekarang bisa.
Destinasi pertama yang kami datangi adalah Lembah Anai --dalam perjalanan ke Bukittinggi. Tempatnya lagi nggak terlalu rame, sih. Sempat juga foto-foto sebentar, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi. Di Bukittinggi cuma mampir ke Taman Bung Hatta dan distro Kapuyuak --semaca…

Searching: Seberapa Jauh Kamu Mengenal Orang Terdekatmu?

Kemarin malam akhirnya kesampaian nonton film Searching setelah penasaran sejak hari pertama kemunculannya. Setelah kejar-kejar waktu ke Pondok Indah Mall, akhirnya berhasil mendapatkan kursi di barisan E --nggak terlalu rendah dan nggak juga terlalu tinggi di atas. Kebetulan studio hari itu nggak terlalu penuh. 

Searching berkisah mengenai David Kim --seorang suami yang ditinggal istrinya karena penyakit kanker dan membesarkan anak mereka yang mulai beranjak remaja sendirian. David berusaha tidak mengungkit lagi mengenai istrinya di depan Margot Kim, sang anak, dengan harapan bahwa mereka akan bisa meneruskan hidup dengan bahagia.
Semuanya memang tampak baik-baik saja bagi David, tapi ternyata tidak demikian bagi Margot. Suatu hari, Margot menghilang tanpa kabar berhari-hari. Tidak seperti biasanya, Margot tidak membawa serta laptop-nya ketika keluar rumah. David mulai cemas dan memutuskan menghubungi 911 untuk melaporkan kasus hilangnya Margot. 
Detective Rosemary Vick, seorang dete…